Selasa, 25 Juli 2017
Sejarah Perumusan NDP (Nilai Dasar Perjuangan) HMI
NDP kali pertama
dikenal pada tahun 1969 pada saat Pengurus Besar HMI yang bertempat di
Jakarta dipimpin oleh Nurcholis Madjid yang sering dikenal dengan Cak
Nur, tepatnya padi Kongres ke-9 di Malang, pada saat itu Cak Nur
memberikan presentasi mengenai Nilai Dasar Islam, selanjutnya kertas
kerja yang telah disampaikan oleh Cak Nur dalam kongres tersebut dimintu
oleh peserta kongres dan selanjutnya kongres mengamanahkan untuk
disempurnakan dengan menugaskan Sakib Mahmud, Endang Ashari serta
konseptornya Cak Nur.
Pada Kongres ke-10 di
Palembang tahun1971 konsep dasar Islam ini dikukuhkan dengan nama
"Nilai-Nilai Dasar Perjuangan" yang disingkat dengan NDP tanpa perubahan
isi sama sekali, adapun alasan dipilihnya nama ini adalah: karena Nilai
Dasar Islam (NDI) dianggap justru menyempitkan makna Islam itu sendiri,
apalagi mengklaim dengan nama Islam. Selain itu kata perjuangan
memiliki makna usaha yang sungguh-sungguh untuk merubah suatu keadaan,
kata perjuangan itupun terinspirasi dari sebuah kata judul sebuah buku “Perjuangan Kita” karya Syahrir. Adapun beberapa faktor yang melatarbelakangi lahirnya NDP adalah sebagai berikut :
Ø Belum
adanya literature yang Memadai bagi kader HMI untuk rujukan filsafat
sosial dalam usaha melakukan aksi dan kerja kemanusiaan.
Ø Kondisi umat Islam khususnya di Indonesia yang masih mengalami kejumudan dan kurang dalam penghayatan serta pengamalan nilai- nilai ajaran Islam.
Ø Kaca
perbandingan, karena kader PKI mempunyai buku panduan yang dijadikan
pedoman untuk menjalankan idiologi marxisnya, maka dari mahasiswa Islam
juga harus memiliki buku panduan sebagai dasar perjuangan.
Dalam
perjalanan sejarah NDP, ketika negeri ini menganut asas tunggal yang
ditetapkan oleh pemerintah yang saat itu rezim Soeharto, dengan Orde
Barunya dengan dikeluarkannya UU No. 5 Tahun 1985 tentang Asas Tunggal
Pancasila, NDP pun berubah nama lagi menjadi Nilai Identitas Kader (NIK)
namun isinya tetap tidak berubah, selanjutnya perubahan nama ini
kemudian disahkan pada kongres ke-16 di Padang, sebab dari diubahya nama
NDP menjadi NIK karena:
- Penguasa menganggap kata perjuangan dapat mengganggu stabilitas nasional.
- Untuk membedakan kader HMI dengan yang bukan kader.
Setelah orde baru
tumbang dan alam demokrasi yang kian berkibar, maka pada Kongres ke-22
di Jambi tahun 2000, NIK kembali menjadi nama NDP.
Kedudukan NDP : Sebagai Landasan Perjuangan
Tujuan NDP : Sebagai Filsafat Sosial.
Hubungan antara NDP dengan HMI:
1. Islam : Landasan Teologis.
2. NDP - HMI : Landasan ldeologis.
3. NDP-Mission HMI : Landasan Filosofis.
4. NDP - GPPO & PKN HMI : Landasan Sosiologis.
Sebagai catatan ada
pula yang menyatakan bahwa konsep nilai dasar perjuangan ini adalah
hasil kajian Cak Nur dari pejalanannya keluar negeri (yang dimulai dari Suriah, Kuwait, Saudi, Turki, Libanon, Mesir, Amerika. Yang kemudian dilanjutkan dengan beberapa negara di Asia).
Dari perjalannya ini beliau membandingkan umat Islam di setiap negara
bagaimana mereka menganut Islam memahami, menghayati serta pengamalan
ajaran-ajaran Islam, selanjutnya beliau membandingkan dengan kondisi
umat Islam di Indonesia, hingga sampai akhirnya beliau termotivasi untuk
memberikan konsep ajaran Islam yang mampu menjadi panduan bagi muslim
Indonesia. Bagi HMI NDP sangat penting sebagai panduan berpikir dalam
memahami nilai-nilai Islam yang bersumber pada Alquran dan Sunnah. Dan
bisa dikatakan bahwa NDP itu sendiri adalah kesimpulan tafsir Alquran
dalam organisasi HMI. Kesimpulan dalam NDP memposisikan HMI sebagai
organisasi perjuangan (Lihat GPPO tentang kemiskinan, kebodohan dll).
Yakin Usaha Sampai Untuk Kemajuan
| Adsens Kiri | Adsens Kanan |
Langganan:
Komentar (Atom)